Family Gathering

Kapan yah terakhir mamie ikutan family gathering? sepertinya sudah 10 tahunan deh *please jangan hitung mundur atas alasan usia yah πŸ˜› *. Waktu itu di pantai Toppejawa kabupaten Takalar dan mamie masih bergabung sebagai karyawan di perusahaan manufaktur milik pengusaha Jepang. Saat itu benar-benar ramai, bayangkan saja dengan karyawan sekitar 300 orang dan masing-masing orang membawa keluarganya. Kenangan yang benar-benar tak terlupakan (ramai-nya) πŸ˜€

Baru-baru ini minggu lalu, mamie akhirnya mengikuti kegiatan family gathering lagi. Berbeda dengan yang sebelumnya walaupun yang berangkat ini berlabel “group” atau gabungan dari perusahaan-perusahaan milik seorang taycoon dari uzbekistan, tetap saja anggotanya tidak sama dengan pabrik yang dulu mamie tempati bekerja.

Totalnya cuma 2 bus dan itu pun agak lega. Bukan karena banyak yang gak pergi tetapi memang membernya sedikit. Dan banyak yang bujang, single fighter kek mamie *ngakunya tapi πŸ˜› *

Perjalanan kali ini juga sama, daerah pantai. Bedanya adalah satu di pulau Sulawesi kali ini di Pulau Jawa. Berhadapan dengan selat Sunda dengan pemandangan gunung krakatau. Mamie beruntung karena dapat kamar di Hotel Marbella yang menghadap ke laut, suara deburan ombak pun sangat dekat ditelinga. Seakan dibuai saat berbaring *puitis yaaaa* :P. Pantai anyer, yang walaupun menurut mamie masih kalah dengan pantai yang ada di kepulauan spermonde, tetapi tetap saja pantai dan laut sangat membuat mamie betah. Bahkan rencana yang gak berenang akhirnya jadi kecebur juga πŸ˜›

Mungkin awalanya mamie merasa agak ada yang kurang “lepas” karena terus terang kami ini tidak se-pekerjaan, tidak se-ruangan, bahkan tidak se-lantai walaupun sama gedung. Mamie di lantai 5 dan mereka kebanyakan di lantai 18. Yah.. tapi sepertinya bukan mamie deh kalau jadinya kayak orang kuper, menyendiri, mengintip-intip, menatap sinis, mencemooh.. *stop! bisa keterusan penyakit hatinya disebut semua* :))
Berbekal rendah hati, keterbukaan, ketulusan dan senang dengan kebahagiaan orang lain, alhamdulillah akhirnya mamie bisa juga menyatu. Menyatu ini bahkan terkesan heboh , hinggaΒ sampai sekarang sepertinya mamie tidak berniat untuk menonton video acara-acara yang berlangsung di sana. Malu… :”>

Secara keseluruhan menurut mamie acara sukses minimal bagi mamie yang memang belum mengenal mereka terlalu dekat, maklum orang baru dan masih pencitraan. Tetapi setelah ini sepertinya pencitraan ini hancur berkeping-keping.. yang tertinggal mamie yang apa adanya πŸ˜€

Ada satu kesan yang sebenarnya mamie gak akan lupa, yaitu saat pemilihan beberapa orang yang dianggap tereksis di acara ini. Mamie awalnya yakin karena mereka gak mengenal mamie gak mungkin lah nama mamie ada diantara questionaire yang beredar. But! believe it or not, ada satu, walaupun satu, mamie merasa itu suatu pencapaian yang luar biasa. Waahh.. ada satu orang yang memperhatikan mamie dan memilih mamie.. siapa dia yah? πŸ˜‰

Anyway itu adalah kesan yang mamie dapatkan, menyenangkan, heboh dan mamie gak perlu tahu apakah mereka menerima mamie apa tidak yang jelas mereka mamie terima sebagai keluarga baru mamie. Sukses dan bahagia selalu rekan-rekanku. GBU

Festival Komputer Indonesia, ajang komunitas

Ada yang spesial di Festival Komputer Indonesia tahun ini. Hajatan yang diselenggarakan tahunan oleh Dyandra yang berlangsung secara nasional di Indonesia ini memang tidak terlihat ramai seperti pameran-pameran komputer sebelumnya. Kabarnya dikarenakan sudah ada pameran yang sama sekitar 2 minggu sebelumnya.

Festival Komputer Indonesia ini nampaknya lebih banyak diikuti oleh provider-provider besar seperti Indosat, Telkom Speedy, bahkan icon+ perusahaan milik PLN yang merambah ke dunia provider
Distributor PC, laptop yang biasanya ‘menguasai’ pameran nampaknya tidak terlalu banyak, jadinya pengunjung tidak mempunyai banyak pilihan. Namun demikian tetap saja dipenuhi oleh orang-orang yang haus akan informasi teknologi ini.

Untuk hiburannya, selain mengundang bintang muda T2 juga pemuda-pemudi makassar yang tergabung dalam Japan Lovers Community menyajikan pertunjukan-pertunjukan yang unik. Dari peragaan busana khas Jepang, Yukata hingga cosplay, yg ‘menghidupkan’ karakter-karakter anime

Tetapi diluar dari itu ada yang sangat spesial pada Festival Komputer Indonesia ini, Pameran yang diadakan mulai tanggal 8 – 12 Juni 2011 ini di Celebes Convention Center ternyata penuh dengan informasi-informasi terbaru dibidang Internet Teknology. Dyandra sebagai pelaksana mengajak komunitas-komunitas yang ada di Makassar untuk berbagi ilmu bagi pengunjung pameran. Sebut saja komunitas blogger Makassar, Anging Mammiri, Komunitas Pencinta Linux Indonesia yang ada di Makassar yaitu LUGU dan komunitas Android Makassar. Para komunitas ini dengan diwakili oleh orang-orang muda yang energik menyajikan materi-materi yang digelutinya.
Sangat inspiratif dan membuat kita pasti ingin belajar dan lebih tahu lagi tentang perkembangan terkini teknology informasi ini.

Sayangnya penempatan lokasi materi-materi ini berada disamping lokasi pameran, hal ini membuat hal-hal yang disajikan terbatas pada pengunjung yang benar-benar ingin mendengar saja, padahal ada kemungkinan dengan mendengar dan melihat sekilas orang-orang akan tertarik untuk mengetahui lebih jauh.

Dari kesemuanya itu satu hal yang memang benar-benar membuat bangga. Makassar tidak kalah dengan kota-kota besar yang lain di Indonesia, para pemuda yang tergabung di komunitas-komunitas ini memiliki ilmu yang patut diperhitungkan. Zaman informasi ini memang sudah menjadi peluang yang sangat besar untuk belajar. Semoga ajang ini juga menjadi pancingan untuk para pemuda lain untuk lebih belajar banyak sehingga mempu mempersembahkan yang terbaik untuk dirinya dan semua orang.

Bloglicious, manfaat lebih untuk blogger

Gimana rasanya yah melakukan hobby dan dapat duit? Manfaat berlipat ganda inilah yang sebenarnya ditawarkan http://idblognetwork. Teman-teman yang memiliki blog yang sebenarnya awalnya cuma sekedar hobby berpeluang untuk mendapat penghasilan. Sudah pasti pilihan yang menarik Bloglicious fun makassar, menjadi ajang berkumpulnya para blogger yang mencari nilai lebih dalam berblogging

Itulah inti yang ingin disampaikan kepada peserta Bloglicious yang diadakan di 7 kota yaitu, Surabaya, Makassar,, Medan, Palembang, Jogjakarta, Bandung dan Jakarta.

Dari rundown acara, materi-materi yang disampaikan berurutan yang pada endingnya diharapkan bisa membuat teman-teman paham tentang blog dan mengerti akan manfaat blog tersebut.

Peserta Bloglicious fun makassar sekitar 150 orang terlihat antusias dalam mengikuti semi workshop ini. Para narasumber yang menyajikan materi adalah pakar di bidangnya masing-masing dan menguasai bahannya, dan beruntung bagi peserta karena mendapat wawasan tambahan yang bermanfaat dalam mengoptimalkan blog2 yang dimiliki.

Bagi saya, selama ini blog cuma sebagai tempat untuk menuangkan pemikiran dan pengalaman saja, tetapi setelah mengikuti semiworkshop ini menjadikan saya harus melakukan sesuatu: saya ibaratkan blog itu adalah penampilan saya, sebagai mana kita menjaga penampilan diri sendiri harusnya itu pula yang harus kita lakukan di blog kita
Seperti themes juga layaknya pakaian, seperti content adalah isi dari pikiran dan hati kita, cara kita menulis dan memilih kata itu pun menjadi gambaran etika secara keseluruhan pribadi kita, Dengan berpikir demikian saya berniat untuk merawat blog saya lebih serius.

Seperti dalam dunia kerja, kita akan dipekerjakan sesuai dengan penampilan, etika, pemikiran dan segala kemampuan yang kita miliki, begitu pula blog
Blog yang bagus nantinya akan menjadi media untuk bisa ‘bekerja’

Semoga teman-teman semua bisa mendapatkan manfaat dan lebih serius lagi dalam ber-blog

You are what you wrote!

Terimakasih untuk idblognetwork, panitia dari AngingMammiri, komunitas blogger Makasar, adik2 dari FISIP Unhas yang telah mengadakan Bloglicious fun makassar, Semoga acara ini memberikan manfaat bagi kita semua.

Happy Bloglicious fun makassar, ! Kita tunggu hasil dari teman2 semuanya.. SEMANGAT!!

I La Galigo, kehilangan aura mistis

Mungkin memang sudah dari awal mamie selalu berpikir, kalau jodoh pasti tak lari kemana.

Sebelumnya memang terdengar kasak-kusuk bahwa tiket untuk pertunjunkan ini susah diperoleh, akibat informasi yang tidak jelas
Tetapi dengan tidak sengaja mamie membaca twit dari salah seorang teman dan akhirnya memberi petunjuk untuk bisa memperoleh tiket.

Alhamdulillah bill pembayaran tiket sudah ditangan tinggal menunggu hari H sehingga bisa ditukar dengan tiket.

Sore hari yang hujan sempat membuat kuatir, performance ini diadakan di area terbuka dalam area benteng Fort Rotterdam, tetapi yah percaya gak percaya, sepertinya pawang hujan diminta untuk bekerja memindahkan hujan yg seharusnya turun di tepi pantai ini *mungkin* πŸ˜€

Menunggu teman yang menitip tiket juga mamie akhirnya menghabiskan waktu untuk melihat-lihat peninggalan yang berhubungan dengan I La Galilgo ini. Walaupun sudah disampaikan tidak boleh membawa kamera, ada saja orang-orang yang dengan asik memotret. Sebenarnya keinginan itu juga ada dalam diri, ingin mengabadikan, tetapi entah mengapa mamie percaya bahwa peninggalan-peninggalan tersebut akan tergerus cahayanya jika diabadikan, entahlah

Ada satu insiden kecil saat acara, mungkin tidak diduga sama sekali, panggung yang dibuat untuk penonton ada satu bagian yang rubuh mungkin karena overload, beruntung tidak ada yang terluka, tetapi sempat membuat heboh.

Performance secara keseluruhan memukau, permainan lighting, soundsystem, gerak dan alat2 bantu visualisasi membuat kita larut dalam cerita. Beruntung sinopsisnya dibagikan sehingga kita dapat mengikuti alur dari cerita ini.
Semua scene diramu dengan apik, dan membuat kita enggan mengalihkan perhatian kita dari panggung

Scene yang paling memukau adalah yang menggambarkan percintaan, ditampilkan dalam bayang sedemikian rupa sehingga tergambar jelas keadaannya.

Tapi, dari keseluruhan hal-hal yang mamie tangkap dengan panca indera, ada ‘soul’ yang gak berasa. Terus terang mamie mengharapkan aura yang mendebarkan saat menyaksikan aktualisasi epos ini. Suasana mistis tidak terasa, semuanya memang murni pementasan theatre, yah wajar saja karena yang menyajikan tidak ada keterikatan bathin, semaksimal apapun Robert Wilson mendalami cerita ini. Musik yang disajikan tidak murni lagi, komposisi musik tradisional sudah diarransemen dengan alat musik lain. Menurutku akan lebih membuat ‘merinding’ jika dengan iringan sinrilik dan pagandrang saja.
Ah.. Terus terang saya mendambakan originalitas dari cerita I La Galigo ini, pasti akan ‘bernyawa’ dan membuat kita larut dalam alur

Mamie cuma bisa berharap semoga dengan performance ini akan menginisiasi sutradara-sutradara lokal untuk berkarya

Semangat!

Perburuan Mencari Fitness Center @ Makassar

Sebenarnya mamie bukanlah orang yang suka membanding-bandingkan, cenderung tidak perfeksionis untuk sesuatu, alias.. ya apa saja ok lah.. πŸ™‚

Tetapi karena ‘tugas’ akhirnya hari ini bersama dengan pace menemani boss Jepang yang baru. Alasannya karena si boss gak suka main golf jadinya nyari kegiatan weekend agar tidak bosan tinggal di rumah terus saat libur

Perburuan Pertama

Ke kolam renang bukit baruga, kolamnya bagus dan bersih semoga bukan karena masih baru nya :). Untuk biaya entry nya Rp. 20.000 di hari biasa dan Rp. 25.000 di hari Libur. Selain itu ada tempat fitness cuma sayangnya cuma buka jam 7 malam hingga jam 9 saja.Β  Tidak ada spa dan sauna. Karena satu kompleks membuat kolam ini sebagai alternatif utama yang akan dikunjungi walaupun tidak perlu menjadi member.

Perburuan Kedua

My Place Spa & Cafe, tempat yang baru dibangun sekitar 4 bulan yang lalu rupanya benar-benar untuk pria. Mamie yang mau bertanya pun bisanya cuma sampai di security aja. Untung pace ikut sehingga bisa menemani si boss bertanya sampai ke receptionist dan menemani untuk melihat-lihat. Tetapi obrolan dengan security dan para valet cukup membuat mamie tahu tentang hal-hal yang berkenaan dengan tempat ini

Perburuan Ketiga

Hotel Horison, sepertinya ini bisa menjadi alternatif yang bagus, karena fasilitas hotel dan harga nya lumayan murah. Per tahun untuk member Rp. 650.000,- dan ini hanya berlaku untuk bulan Februari saja. Ada gym, yoga class, kolam renang dan spa serta massage. Lumayan buat yang pegel-pegel habis kerja. Mungkin si boss lagi mikir2 tentang ini, tapi yang mutusin untuk apply justru pace. hehehe.. yang ngantar malah yang mau πŸ˜› (me too) hahaha

Nyesel deh

Keliling nyari CD my idol Marc Anthony tidak juga berhasil saya peroleh. Ah kadang saya merasa perlu menyalahkan diri. Sebagai salah satu penikmat lagu yang biasa membeli bajakan membuat pasar CD original sudah terkesampingkan.

“Apa ini karena banyak mp3 bajakan yah mba?” Tanyaku kepada pramuniaga Disc Tara yang berada di Panakkukkang Square. Masih ingat beberapa waktu yang lalu toko ini mengambil sekitar 5 petak ruangan, namun sekarang sudah mengecil menjadi 1 petak saja. Suasananya pun tidak senyaman dan selapang dulu, dan yang pasti CD CD yang dijual tidak lagi lengkap.
Disaat saya ingin memperoleh CD music dengan kualitas memuaskan justru tidak tersedia.
“Mbak, di Mall Ratu Indah mungkin ada stoknya yah?”, tanyaku ngotot ingin memperoleh yang kuinginkan. “Sudah lama tutup mbak”, jawabnya
Oh my God, bahkan saya tidak menyadari toko yang di Mall yg satu itu sudah tutup. Kembali dalam hati aku menyesal.

Memang dibandingkan membeli mp3 bajakan yang nilainya cuman 10% dari CD aslinya, membuat kita kadang lebih tergiur untuk membeli bajakan. Ditambah dengan lagu2 tambahan hingga bisa sampai 8 album.
Tetapi saya terus terang sering merasa menyesal dikarenakan suaranya yang tidak terlalu memuaskan. Quality identic with price, sepertinya masih berlaku.

Marc Anthony, my idol..
Saya akan sabar menantimu mengalunkan suara emasmu di telingaku
Sambil aku melatih salsa dance hingga jika waktunya kita bisa bersama-sama menikmati apa yang diberikan Tuhan melalui dirimu.
Kesabaran menandakan kesetiaan
Aku akan setia padamu Marc
Ya..
Sesekali berselingkuh dengan Jason Mraz

 

Yang aku beli karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong. :p

Menari? Ternyata mamie bisa juga..

Setiap bulan Agustus, di kantor pasti sibuk dengan Acara Penerimaan Beasiswa oleh Yayasan Maruki Makassar. Yayasan ini didanai oleh Maruki Group yang merupakan head office dari kantor mamie. Sebelum-sebelumnya sih biasanya Mr. Kobayashi, owner dari Maruki Group ini selalu menyempatkan diri untuk bisa hadir secara langsung menyerahkan beasiswa untuk anak-anak yang memang perlu dibantu dari segi ekonomi untuk bisa mengenyam pendidikan. Beliau terkesan sangat menikmati moment ketika memberikan beasiswa itu secara simbolis.

Untuk menghormati dan menghargai pemberian beliau, teman-teman dikantor berusaha memberikan persembahan yang menarik agar beliau merasa senang. Diantaranya ada yang menari bon odori, tarian tradisional Jepang, nyanyi lagu “Kanpai”, walaupun gak ada acara mabuk-mabuknya . Apalagi mamie, beserta beberapa teman ‘nekat’ untuk mempersembahkan tarian “Sulawesi Pa’rasanganta”. Intinya sih memperkenalkan budaya kita, karena sebelum-sebelumnya kita-kita dah maksain diri jadi orang Jepang, pake yukata sampe nyanyi lagu Jepang

Bermodalkan tingkat percaya diri yang sangat tinggiakhirnya kami bisa juga tampil. Walaupun amatiran, dan latihannya juga marathon, penampilan menurut ibu guru tari kami katanya “Bagus!!!”

Gak sia-sia deh latihannya, ternyata mamie bisa juga nari yah, malahan ketagihan. Ini mamie lagi belajar tari “Bosara”, mau dibawa ke Jepang deh.. biar ntar kalo ada kesempatan mamie tampil lagi.. *huuuuahhhh narsis kumattttttt gak bisa diobatin nih*