AM, my family

2007 adalah awal mula ketertarikan mamie kepada blog. Waktu itu yang nge top adalah http://www.blogger.com. Diajarin sama pak iwan (@talluroda) yang memang selalu berbaik hati membagikan ilmunya, saya jadi tertarik. Alwaysmamie.blogspot.com, saat itu pula mamie memakai nick alwaysmamie, entah apa yg membuat tiba-tiba mensyen alwaysmamie itu, sepertinya karena enak didengar saja.

Mam, ini ada nih blognya Rara, blogger makassar, blognya bagus dan sudah pernah nulis buku, kata pak iwan waktu itu. Oh yah? Wah jadi tertariklah mamie. http://i-rara.com otomatis mamie jelajahi. Memang menarik, blog menjadi tempat yang pas untuk menulis Walaupun bukan penulis tapi terus terang menulis bisa menjadi tempat untuk menuangkan uneg-uneg, rasa dan pikiran. Dan it feels relief.

Karena ketertarikan dengan blog akhirnya mamie mencoba join dengan milisnya, dan saat itu adalah pertama kali make blackberry jadul 7920 yang asli sakit kalo dijitak pakai itu

Dengan ikutnya mamie di milis AM mulailah mencoba ikut ‘bergaul’. Nimbrung percakapan di milis hingga join acara kopdar.
Kopdar pertama dengan Rara dan Gabby di HappyPuppy, karaoke. Karena memang pengen kenal dan pengen nyanyi ๐Ÿ™‚
Rara pribadi yg menurut mamie adalah apa adanya, tulus dari dalam hati dan tidak membeda-bedakan. Gabby sayang ga bisa akrab lebih lama karena sudah harus ke luar kota saat itu, dan sampai sekarang *i think*

Satu persatu member AM mulai mamie kenal, dan kesimpulannya, I am with my family
Hangat dan menyenangkan

Apalagi yang bisa mamie sampaikan untuk AM ini? Tidak ada selain I am so greatful to be part of it. Happy birthday AM, happy birthday @paccarita, we are one and united
Love you all

Advertisements

Everybody is a hero

Everybody is a hero
Tidak perlu lah pengakuan dari orang lain atau bahkan bintang jasa dan sebagainya yang sekarang-sekarang ini yang kesannya malah dibuat-buat dan menimbulkan kontroversi

Setiap individu adalah pahlawan bagi dirinya, bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya.
Setiap pagi saya melihat orang berjuang dengan peluh menembus kabut polusi yang ada di kota besar ini tujuannya tidak lain adalah berjuang untuk hidup dan keluarganya.

Yang penting adalah keikhlasan dan ketulusan setiap lakon perjuangan tersebut. Kalau para pahlawan rela berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan bangsa ini, seorang ayah pun akan rela untuk berjuang demi istri dan anaknya. Seorang ibu dengan pekerjaan 24jam nonstop dalam merawat dan membesarkan anaknya pun adalah pejuang.

Teringat akan almarhum papa yang setiap subuh harus jalan kaki ke pasar sentral, setiap hari tanpa libur tidak pernah membedakan hari senin atau hari minggu, dan tidak pernah mengeluh dengan hanya ย membuat kopi di warung, mengantarkannya ke langganan-langganannya, mengumpulkan rupiah demi rupiah hanya untuk bisa menyekolahkan kami 5 orang anaknya.

Papa, you are a hero for me

Terimakasih telah mengajarkanku untuk hidup mandiri, sederhana dan berusaha tanpa mengeluh. Semoga papa mendapat tempat yang tenang dan nyaman di sisi Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih.

We still have the chance to be a hero. Let’s appriciate ourselves, berusaha lebih giat agar hasil perjuangan kita benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang lain

Selamat hari pahlawan, everybody

Kesan = Kebenaran? Think Twice!

Beberapa waktu belakangan ini saya banyak berpikir tentang kenyataan. Kalau menilik dari judul postingan ini saya menganggap apa yang nyata itulah yang benar. Sering kali kita dipengaruhi oleh kesan, apa yang kita tangkap melalui panca indera kita begitulah pula kita menilai kenyataan tersebut.

Ada beberapa contoh yang akhirnya membuat saya belajar ‘mengesampingkan’ kesan. Baru-baru ini ada cerita dari teman yang mengatakan bahwa salah seorang suami dari teman kami yang lain beristri lagi. Yah.. biasalah perbincangan gosip ini memang susah dihalau saat ini. Walaupun saya cuma mendengarnya saya tidak bermaksud memberikan komentar terhadap apa yang terjadi dengan teman tersebut. Judulnya sih takut kualat, karena saya yakin setiap pikiran dan ucapan yang kita hasilkan itu akan berbalik kepada kita juga. Dari cerita ‘gosip’ ini saya cuma mau mengambil pelajaran tentang kesan. Kesan yang selama ini timbul dari moment-moment yang kita persepsikan sendiri menghasilkan satu kata yang keluar dari mulut teman-teman yang lain “TIDAK MUNGKIN”

Tetapi itulah kenyataan, kebenaran yang terjadi. Tetapi saya menganggap ini masih satu episode saja dalam hidup seseorang. Kita tidak mungkin bisa menjudge apa yang terjadi, bagaimana itu bisa terjadi dan sebagainya. Saya cuma berusaha belajar bahwa persepsi atau kesan yang timbul itu harus saya hindari agar saya tidak kaget jika menemukan keadaan yang sebenarnya.

Seseorang teman yang sampai sekarang mungkin akan tetap tidak menyukai saya karena saya merasa yakin bahwa dia masih penuh dengan persepsi, kesan yang dia dapatkan sendiri dengan olahan informasi dan pemikirannya. Tetapi saya tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan saja hingga kenyataan itu muncul. Saya juga tidak berharap lebih, karena kesan itu adalah hak dari masing-masing pribadi.

Pernah juga saya bertanya kepada suami tentang salah seorang teman yang jika bertemu dengannya, dia seakan enggan bertegur sapa. Dan saya bertanya tentang hal itu, dia berkata saya memang tidak suka dan saya tidak sejalan dalam pemikiran. Sedih juga rasanya. Tetapi saya tidak bisa komplain atau marah, karena itu hak suami, hak pribadi dia terhadap orang lain. Saya tidak bisa memaksa untuk dia bisa menyukai orang lain.

Dengan kejadian kejadian ini saya harus lebih banyak mengontrol diri saya untuk tidak ‘termakan’ dengan kesan. Karena bisa jadi itu tidak benar. Apalagi jika hal itu negatif. Saya akan berusaha untuk mengarahkan ke hal positif saja apa-apa yang terjadi disekitar saya.

Puisi Ombak

Hari ini mamie ke sekolah JiDan untuk mengurus kartu ujian semester anak-anak
Sambil menunggu bagian administrasi sekolah iseng-iseng mamie baca beberapa tulisan di majalah dinding sekolah dan mata saya tertuju ke puisi seperti ini :

Tentang Ombak – Ana

Kalakau menyentuh kakiku
Kau memberiku ketenangan
Kau bergulung ke pantai tiada henti
Seakan tak meilati bibir pantai

Mengingatkanku untuk tak kenal lelah
Menapaki hidup ini
Buih buihmu terlahir dari kesabaranmu
Terus menerus berjalan menuju pantai

Mengingatkanku untuk terus memelihara
Kesabara, seberat apapun rintangan dalam hidupku
Sejauh apapun gelombangmu pergi
Menuju laut lepas

Kau akan kembali bergulung
Menuju pantai mengingatkanku
Bahwa sejauh apapun kakiku
Melangkah aku harus kembali

Sebenarnya ini seperti puisi-puisi yang lain, tetapi kenapa pula saya merasa tergugah?

Disaat sekarang saya merasa ‘capek’ dalam hidup, puisi ini datang dihadapanku menyajikan gambaran ombak yang istiqomah dalam kesabaran dan usaha.

Tak kenal ‘lelah’ menapaki hidup ini, seperti ombak, seharusnya kita pun seperti itu.
Seketika itu pula saya merasa seperti orang yang bersalah. Betapa saya tidak menghargai hidup yang saya miliki sekarang.
Mungkin memang kekecewaan bisa terjadi beruntun, tetapi seharusnya kita tidak boleh capek atau bahkan kecewa dengan hidup ini.
Semoga jika saya capek lagi, ombak ini akan mengingatkan saya tentang usahanya yang tiada ada kata letih.

Semangat!

For my brother

Allah Maha Mengatur, termasuk dari kapan kita lahir hingga roh ini berpisah dari jazad.
Kehidupan hanya akan tinggal menjadi kisah saat raga kita sudah kembali ke asal yaitu tanah.

Sedih mengantar kepergian koko Sinhon, papa angkat dari putriku satu-satunya Cindy
Dia yang dengan usahanya sebagai pengganti ayahnya yang telah berpulang lebih dahulu ke hadirat Allah. Membesarkan adik dan anak-anaknya termasuk anakku.

Lelaki ulet dan penuh tanggung jawab. Di hari terakhir saya masih bercakap dalam ketidak berdayaannya dan pernyataannya adalah:
“Lihatlah saya tak berdaya, tidak bisa lagi melakukan apa-apa untuk keluarga”

Ko… Allah Maha Adil
Koko terlalu bekerja keras untuk kehidupan keluarga, dan Allah Maha Pengasih
Allah tidak mau lagi membiarkan koko hidup dengan keras lagi. Semua kenyataan yang terjadi adalah kehendakNya, dan pasti baik adanya.

Selamat jalan ko, kita berpisah juga cuma masalah waktu. Kami-kami pun akan menyusul entah kapan, hanya Allah yang tahu.
Doa sepenuh hati saya panjatkan untuk jiwa koko, semoga tenang dan damai di alam sana.
Hal yang terjadi dalam kehidupan adalah episode pembelajaran saja, amalan yang koko lakukan semasa hidup sangat berguna untuk kami-kami semua.

Aku maafkan semua hal-hal yg berat di hati sejak dulu, pergilah dengan tenang. Allah akan menyayangi koko melebihi kasih sayang koko terhadap orang-orang terkasih di dunia.

Selamat jalan koko.. Damai dan tetramlah disisi Allah.
Amiiinnn

Cerita lain dibalik Gempa di Jepang

Hari ini berkesempatan ngumpul-ngumpul sama teman, Rini – kepala sekolah Kaori-bunka en dan Yumeina, sahabat mamie yang “nampung” mamie selama di Matsuyama, Jepang.

Sebenarnya janjian bertemu ini sudah beberapa hari yang lalu, sebelum terjadi bencana di Jepang kemarin. Akibatnya kami jadinya lebih banyak membicarakan tentang keadaan di sana. Yang pertama adalah menanyakan tentang keadaan teman-teman yang ada disana. Kebetulan teman-teman dominan adanya di Fukuoka, Hiroshima dan Matsuyama bagian selatan dari Jepang membuat mereka tidak merasakan langsung efek dari gempa dan tsunami ini. Tetapi beberapa teman juga ada yang tinggal di Tokyo masih ada yang belum kami tahu keadaannya. Adapun yang membalas sms yang dikirim oleh Rini, jawabannya adalah, “mohon doanya, kami takut sekali”. Dengan jawaban tersebut sama sekali tidak membuat kita merasa tenang.

Tetapi diantara keprihatinan yang kami rasakan, keadaan bencana di Jepang juga menimbulkan cerita-cerita yang patut diambil manfaatnya:

1. TERTIB

Diceritakan keadaan di sebuah penampungan yang nampak dari tv news NHK, dimana ada sekitar 600 san orang yang berkumpul di penampungan tersebut duduk di kursi yang diatur theater style, berbaris rapi dan orang-orang yang ditampung pun duduk dengan tenang tidak ada kekacauan yang kadang terlihat di penampungan-penampungan bencana di negara kita.

2. SABAR

Diceritakan juga tentang keadaan yang tidak mendukung dari segi angkutan, oleh karena itu semua orang berusaha untuk memakai taxi, di toko pun demikian karena kebutuhan pasca gempa itu meningkat sehingga toko sangat kewalahan melayani pembelinya. Tetapi apa yang terlihat adalah, mereka dengan sabar mengantri hingga panjangnya sekitar + 1km. Terbayang jika hal tersebut terjadi di negara kita, ada kemungkinan toko tersebut sudah habis dijarah dan kemungkinan orang-orang sudah berebut untuk naik taxi

3. BERSYUKUR

Seorang ibu yang diwawancarai ketika dia diberikan onigiri (nasi jepang yang berbalut rumput laut) berkata, “saya senang sekali mendapatkan makanan ini, minimal saya tidak merasakan lapar lagi untuk sementara”. Padahal cuma segumpal nasi saja yang diterima tanpa ada keluhan sedikit pun. Mungkin mereka paham hal ini terjadi karena alam, sehingga mereka tidak mengeluh dengan keadaan.

Diantara kisah-kisah ini dari sisi akhlak perlu menjadi contoh bagi kita-kita, semoga mereka semua dilindungi, dan bencana gempa yang masih berlangsung ini tidak akan berlanjut lebih fatal lagi. Amin

 

 

Bencana Jepang dan Orang Jepang

Sementara bekerja, mamie dapat info melalui bbm yang masuk dari salah seorang teman tentang gempa di Jepang dan tsunami. Dengan 8.8 SR harusnya sudah merupakan hal yang mengagetkan apalagi disertai tsunami.

Jelas kagetlah mamie dan berusaha mencari kabar tentang hal ini melalui internet. Karena kebetulan seruangan dengan Mr. H yg keluarganya tinggal di Shizuoka, mamie akhirnya bertanya kepada dia. Apakah keluarganya baik-baik saja? Karena setau saya dia tinggal tidak terlalu jauh dari pantai.

Jawabannya saat itu, telepon tak bisa dihubungi, dugaannya mungkin infrastruktur yang rusak ataupun overload karena terpakai oleh banyak orang.

Tetapi saya bertanya lagi, bukannya tadi sempat berbicara dengan orang kantor yang di Shizuoka? Apa mereka baik-baik saja dan apakah tidak sekalian minta tolong untuk ditanyakan keadaan keluarganya.

Sungguh mengagetkan jawabannya,

“Tidak mungkin saya bertanya menyuruh mereka untuk mencari tahu tentang keluarga saya, karena saya menelponnya karena urusan pekerjaan”
*hmm*
Lalu saya bertanya lagi, jika begitu berusahalah cari tahu tentang keluarga dengan cara lain.
Jawaban yang lebih mengagetkan mamie terima;

“Yah kalau mereka ada apa-apa mereka pasti menelpon”

OMG

Bisa bayangkan mamie bekerja dengan orang Jepang yang seperti ini? Apakah karena mereka terlalu patuh akan aturan pemisahaan antara pekerjaan dan hal pribadi.

Yah seandainya hal yang tidak urgent seperti ini sepantasnya memang tidak dilakukan, tetapi saat ini?

Untuk kali ini saya tidak paham apa yang ada dalam pikirannya, walaupun hatinya mungkin sama seperti mamie.. Kuatir, was was dan ingin tahu.

I don’t know

Semoga semuanya baik-baik saja. Amin

#prayforjapan

Mengenang Papa

Tersadar dari mimpi, pagi ini saya merasa dekat sekali sama papa.
Beliau ย baru saja bersama saya di mimpi semalam ini.
Kehadirannya yang memperlihatkan suasana keseharian membuat saya merasa beliau ber ada disekitar saya.
Seperti saat beliau masih hidup hal yg sering dilakukan apabila beliau tidak ke pasar untuk buka warung adalah memasak.
Kegiatan itu pula yg nampak di alam tidurku.
Papa yang selalu sabar, diam dan senantiasa melakukan yg terbaik untuk kami-kami
Bertanggung jawab dengan status sebagai ayah, mencari nafkah walaupun harus bangun subuh sebelum waktu sholat subuh.
Jalan kaki dari rumah, di jalan lamuru ke pasar sentral, dengan alasan agar badan sehat.
Jika beliau capek, tidur sedikit pun cukup untuknya.

Yang paling saya ingat adalah saat berdua yang paling dekat yaitu ketika papa minta mukanya dibersihkan. Itulah saat saya bercerita tentang diriku, dan kata-kata bijak berkenaan dengan hidup

Kejujuran, kesederhanaan dan keuletan
Adalah pribadi yang menonjol dari papa, sabar dan senantiasa bersyukur, membuat papa adalah orang yang hampir tidak ‘nampak’ di orang-orang sekitar

Agar bertambah keyakinanku

Sebulan terakhir ini saya betul-betul kebingungan. Bingung dengan keadaan tubuh yg tidak biasanya. 8 tahun setelah melahirkan Amdan, tanda2 kehamilan muncul. Tetapi hal yg membuat saya tidak yakin adalah karena sudah steril

Dengan kebimbangan tersebut akhirnya saya konsultasi ke dokter kandungan, walaupun saat itu belum jelas, tetapi dokter mengatakan kemungkinan hamil itu ada walaupun sudah disteril Ada beberapa case sudah terjadi,
Hal ini yang membuatku berpikir bahwa, bagaimanapun usaha manusia tetap Allah yang menentukan.

Karena merasa masih kurang yakin, saya ke dokter kandungan yang lain. Pernyataan yang sama juga disampaikan dan kali ini disertai dengan test dan USG, dan memang sudah nampak ada bakal dalam rahim

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah atas kuasanya menjadikan manusia menurut kehendakNya

Dengan tanda-tanda itu, saya mulai berharap mendapatkan keturunan yang nampaknya menjadi hadiah yg tak terduga buatku, tetapi apa yang mau dikata, saya harus mengalami pendarahan walaupun tidak parah tetapi lumayan membuat saya harus bedrest selama seminggu.

Dalam keadaan tersebut, saya bertanya-tanya dalam diri saya. Apa sebenarnya maksud dari kejadian ini.

Sesuatu yg tidak terduga, datang dan harus saya percayai, tetapi saat harapan timbul sesuatu itu pun dengan mudah bisa hilang.

Kecewa .. Sudah pasti, namun yang tertinggal dalam hatiku adalah keyakinan, bahwa apapun yang terjadi semua diluar kuasa kita. Allah cuma ingin memberikan sedikit bukti dari kekuasaanNya.
ู„ุงูŽ ู‡ูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุชูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุจูุงู„ู„ู‘ู‡ู

January 22

Diskon Dunia atau Diskon Akhirat

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia, bulan yang penuh berkah dengan limpahan rahmat dari Allah SWT. Bulan dimana kita berusaha memanfaatkan waktu untuk dipenuhi dengan amalan-amalan yang bernilai ibadah. Kenapa terkhusus bulan Ramadhan kita ‘berburu’ amalan? Hal itu karena sudah dijanjikan bahwa bulan suci ini dipenuhi oleh kasih sayang Allah SWT. Setiap amalan dilipatgandakan pahalanya. Maha suci Allah dan Maha Pemurah.

Bulan Ramadhan juga adalah bulan berkah bagi usaha dagang apapun, dari belanja dapur hingga sampai barang gadget. Semuanya panen. Menyambut hari raya dengan penuh kegembiraan dimana tunjangan hari raya yang sudah menjadi aturan dari pemerintah sangat mendukung transaksi-transaksi ini. Mall mall berlomba-lomba juga memberikan diskon, penawaran yang menarik agar barang-barang yang dijual bisa laku.
Sebagai konsumen kita kadang jadinya dibuat bingung, terlalu banyak pilihan. Apalagi berbelanja saat berpuasa, dimana rasa lapar kadang mendorong nafsu kita untuk belanja gila-gilaan. Hal sederhana yang bisa sebagai bukti pernyataan tersebut. Saat kita berbelanja ta’jil sebelum berbuka. Semua penganan terasa enak dan semuanya ingin dimakan. Tetapi ketika sudah
berbuka hanya sedikit yang bisa masuk ke dalam perut.

Dua pilihan diatas memang membuat kita susah memutuskan kira-kira yang mana yang kita pilih. Ingin diskon dunia atau diskon akhirat.
Anjuran para ulama otomatis menharapkan kita memanfaatkan setiap detik waktu kita untuk beribadah kepada Allah SWT, tetapi godaan dunia sangat-sangat menarik dan membuat kita kadang lupa akan bonus kasih sayang yang diberikan oleh Allah.

10 hari terakhir Ramadhan, adalah 10 hari yang sangat pendek bagi orang yang benar-benar mengharapkan ridho Allah. I’tikaf di mesjid adalah cara untuk lebih fokus beribadah khususnya sholat malam dan membaca surat cinta dari Allah, yaitu Al Qur’an. Tetapi 10 hari terakhir Ramadhan adalah juga waktu yang sangat singkat bagi orang-orang yang berburu belanjaan di mall-mall, pasar dll.

Pilihan memang ada pada kita masing-masing, apakah ingin dunia atau akhirat. Tetapi kadang kita manusia yang lemah ini lebih memilih yang nyata daripada yang ghaib. Lebih memilih berburu belanjaan dibanding berburu pahala dari amalan.

Ya Allah, 10 hari terakhir Ramadhan ini. Hanya dengan kasih sayangmu kami berharap Engkau tetap mengistiqamahkan kami dalam beribadah semata-mata karenaMu, adapun pahala yang Engkau janjikan semata-mata urusanMu. Tiada yang kami harap selain ridhoMu. Bimbinglah kami, cerahkan hati kami agar tidak terpengaruh dengan urusan dunia selagi waktu yang Engkau berikan masih untuk kami Amin.