I’ve Never Been to Me

Karena keisengan sering ke mall dekat kantor pada saat jam makan siang, membuat mamie menjadi lebih konsumtif dari biasanya. Gak bisa disalahkan posisi kantor ini memang sangat strategis untuk jalan-jalannya. Belum lagi kami-kami dituntut lebih ke tanggung jawab daripada ‘nangkring’ di kantor and doing nothing.

Kebiasaan ini membuahkan hasil :P. Hal yang gara-gara cuci mata saja bisa jadi kebeli karena tertarik pada saat itu. Contoh CD mp3 lagu-lagu evergreen love songs ini. Hanya karena tertarik dengan banyaknya CD yang dijajakan akhirnya singgah. Dan karena ingin mengenang hal-hal yang lalu saja sampai dua buah CD mp3 tersebut berpindah tangan ke mamie

Tertarik dengan salah satu lagu yang sudah lama mamie gak dengar, dinyanyikan oleh Charlene dan direlease tahun 1977, jadul banget yah.. *ketahuan deh tahun produksi mamie :P*
I’ve never been to me, judulnya agak sedikit membuat berpikir. Maksudnya apa sih? Tapi dari music dan suara yang bening membuat lagu ini sebenarnya menjadi lagu yang easy listening, menenangkan, dan membuat terbuai.

Buaian ini juga yang mengantar mamie ke dalam makna dari lagu ini. Terus terang untuk memahami keseluruhan syairnya mamie masih tidak mengerti. Tetapi dari judul lagunya saja kita sudah bisa mereka-reka bahwa sesuatu yang di dalam diri kita kadang kita abaikan bahkan kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa itu ada.

Seperti pepatah mengatakan, The real journey is the journey within.
Sebagai manusia yang dikaruniai mata dan hati, kita kadang memanfaatkan mata kita untuk melihat yang indah-indah. Alam, mahluk dan sebagainya. Cita-cita kita kadang ingin ke negeri jauh untuk melihat keindahan itu. Tetapi pernahkan kita melihat keindahan ciptaannya dalam diri kita sendiri?

Mamie jadi ingat saat mamie #galau *cieee* .. yang mamie lakukan sebenarnya cuma duduk diam, bernafas panjang dan perlahan dan menyadari bahwa mamie ini sedang hidup. Itu saja sudah cukup untuk membuat kita tenang, menghindarkan diri kita dari pikiran yang memaksa kita untuk fokus pada masalah yang sedang dihadapi.

Yah .. sebenarnya surga dunia itu bukan tempat-tempat yang dapat dipandang saja. Tibet dan Turki mungkin memang tempat menggiurkan untuk dikunjungi, tapi sesekali cobalah berkunjung ke dalam diri sendiri. Di sana lebih tenang dan adem.. lagian gratis kok gak pake biaya tiket, hotel dan belanjaan yang bikin kita kaget pas tagihan kartu kredit datang 😛

 

 

Advertisements